Warga Pandeglang Meninggal di Kamboja, Keluarga Minta Bantuan Dari Pemkab Pandeglang

Culasatu.com- Suhaeli (33), salah seorang warga Kampung Tarogong, Desa Margasana, Kecamatan Pangelaran, Kabupaten Pandeglang, yang bekerja di Kamboja ditemukan tak bernyawa di tempat tinggalnya.

Suhaeli yang berangkat pada bulan Agustus 2022 lalu, memulai pekerjaannya di Kamboja baru dua bulan, sebelum ditemukan tak bernyawa.

Bacaan Lainnya

Meninggalnya Suhaeli membuat kaget keluarga yang berada di Indonesia tepatnya di Kampung Tarogong, Desa Margasana, Kecamatan Pangelaran.

Keluarga mendapat kabar Suhaeli meninggal dunia di Kamboja, pada Sabtu 15 Oktober 2022, melalui temannya yang berada di Kamboja.

Shinta Sri Rahmadanty keponakan almarhun mengatakan mendapatkan kabar tersebut dari teman kerjanya yang berada di Kamboja.

“Jadi saya dapat pesan melalui WhatsApp, bahwa sodara saya meninggal di tempat tinggalnya pada hari Sabtu kemarin,” katanya, Selasa 18 Oktober 2022.

Dirinya menyebutkan, dari informasi temanya, kepastian Suhaeli meninggal yakni pada hari Kamis 13 Oktober 2022 lalu, di tempat tinggalnya tersebut.

“Jadi meninggalnya dari Kamis lalu, hari Sabtu baru ditemukan. Jadi dapat kabar itu, saya kaget. Karena sebelumnya almarhum juga sakit-sakitan disana,” terangnya.

Saat ini pihak keluarga masih menanti kepastian dan pemulangan jenazah almarhum Suhaeli, yang saat ini masih berada di Kamboja.

Pihak keluarga hanya mendapatkan informasi dan berkomunikasi melalui teman kerja allmarhum yang bekerja disana. Tidak melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

Shinta juga menyampaikan, saat dirinya berkomunikasi dengan rekan kerja almarhum yang ada di Kamboja, dirinya harus menyiapkan uang sebesar Rp 30 juta untuk pemulangan jenazah.

“Jadi kami juga gak sanggup gak ada biaya, maka dari itu pas hari Sabtu itu kami saling berkoordinasi agar almarhum dimakamkan disana, tetapi dimakamkan secara Islam,” tuturnya.

Dirinya juga berharap semoga ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang buat sodaranya tersebut.

“Kami dari pihak keluarga hanya ingin, sodara saya dimakamkan secara Islam dan diperlakukan layak disana,” ujarnya.

Hingga saat ini dari informasi terakhir, jenazah almarhum masih belum dimakamkan dan berada pada sebuah rumah sakit di Kamboja.

Sementara Yunita teman dari Suhaeli mengatakan dirinya sudah membantu dan berkoordinasi dengan pihak KBRI serta rekanya tetapi belum ada kepastian.

“Saya sudah lakukan komunikasi, tetapi hingga saat ini tidak ada kepastian, baik dari KBRI ataupun dari temanya,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Yunita juga menyebutkan dirinya takut pemulangan jenazah almarhum disana, malah di manfaatkan oleh oknum untuk meminta biaya besar kepada pihak keluarga.

“Jadi kan disana minta biaya besar aja, maka dari itu keluarga juga sudah gak sanggup ya, saya juga mohon bantuannya dari semua pihak,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *