UPT Puskesmas Banjar Lakukan Inovasi Program Perkesmas Kudu Peka Kawan

Culasatu.com- UPT Puskesmas Banjar lakukan inovasi program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) Kunjungan dan Dukungan Peduli Kasih Keluarga Rawan (Kudu Peka Kawan), Senin 26 Juni 2023.

Perkesmas sendiri merupakan salah satu upaya puskesmas yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan memadukan ilmu/ praktik keperawatan dengan kesehatan masyarakat lewat dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyuluh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.

Bacaan Lainnya

 

Kepala UPT Puskesmas Banjar, Ns. Ivan Sofiyana, S.Kep mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pemberian asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan masyarakat yang menentukan kepada kelompok rawan resiko.

“Adapun kegiatan yg dilakukan adalah kegiatan kunjungan keluarga rawan. Dimana pengertian keluarga rawan adalah keluarga yang rentan atau mempunyai resiko tinggi terhadap timbulnya masalah kesehatan yang dibina,” kata Kapus.

“Dilayani dan di obati di wilayah kerjanya pada kurun waktu tertentu. Sehingga tercapai standart kemandirian keluarga yang optimal dalam kesehatan,” lanjut Ivan.

Selain upaya peningkatan kemandirian keluarga dalam peningkatan kesehatan, program Perkesmas juga memberikan penyuluhan kesehatan tentang macam-macam penyakit diantaranya adalah penyakit kronis seperti DM.Hipertensi.

“Jadi selain peningkatan kemandirian kesehatan kita juga berikan penyuluhan terkait penyakit kronis,” terangnya.

Adapun proses yang dilakukan dalam kegiatan Perkesmas sendiri yakni, mengumpulkan data calon sasaran keluarga rawan yang berasal dari Puskesmas dan jaringannya. Meliputi lintas sektor, lintas program dan masyarakat.

Melakukan kunjungan rumah pada keluarga rawan, melakukan pendataan sasaran penyakit kronis, bayi, bumil, anak, lansia yang beresiko tinggi, dan ganguan jiwa.

“Selain itu, kita juga mencatat kasus yang ditemukan dalam buku regiater keluarga rawan dan melakukan rekapitulasi kasus,” pungkasnya. (Ndre)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *