Tanggul Sungai Ciliman Jebol, Rumah Warga Kecamatan Sindangresmi Rusak Parah

Culasatu.com- Rumah milik Indra Hasan (84) warga Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, harus mengalami rusak parah akibat tanggul sungai Ciliman jebol mengakibatkan longsor.

Pantauan dilokasi, kondisi rumah saat ini memprihatinkan dengan keadaan rusak berat pada bagian dapur rumah atau belakang rumah.

Bacaan Lainnya

Indra Hasan, mengatakan, jika kejadian yang menimpa rumahnya terjadi pada Senin 28 November 2022 kemarin.

Baca juga : 

PMII Desak BK Pecat Oknum Dewan Pandeglang Yang Cabul

“Kejadian pas ambruk senin sore, sekitar pukul 15.30 WIB, tiba-tiba langsung ambruk,” kata Indra, saat ditemui di kediamannya.

Dirinya juga berharap agar pemerintah seger melakukan perbaikan terhadap tanggul sungai, agar tidak mengancam rumah yang lainya.

“Semoga segera ada perbaikan dari pemerintah, karena kalo tidak dilakukan kejadiannya akan terus terjadi,” ucapnya.

Sukri Kepala Desa Bojongmanik, mengatakan, kejadian tersebut memang baru merusak satu rumah, akan tetapi masih ada puluhan rumah yang terancam oleh longsor tebing sungai.

Baca juga :

Terpilih Secara Aklamasi, Adde Rossi Pimpin Kembali BKOW Provinsi Banten

“Yang tercatat ada 20 rumah warga yang terancam, atau dikhawatirkan terkena longsor tebing sungai,” kata Sukri.

Dirinya menyebutkan longsor tersebut diakibatkan karena tidak ada perbaikan pada tanggul penahan pada bantaran sungai, sehingga berakibat pada bencana longsor yang berdampak dan mengancam puluhan rumah.

“Longsor karena tanggul penahan sungai belum di perbaiki, akibat longsor akan terus terjadi dan berdampak pada rumah warga,” ujarnya.

Saat ini pihak Pemerintah Desa Bojongmanik terus berupaya agar perbaikan tanggul tebing sungai segera dapat terealisasi.

Pemerintah Desa Bojongmanik juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang agar perbaikan tanggul segera dilakukan.

Sebelumnya kejadian pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten sudah melakukan peninjauan ke lokasi, pada bantaran Sungai Ciliman.

“2017 sudah ada dibuatkan tanggul oleh PUPR Provinsi, tapi ini kan faktor alam ya sekarang tanggul jebol. Semoga segera ada pembangunan tanggul lagi agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(Andre)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *