Akibat Intensitas Curah Hujan Yang Tinggi, Jalan Raya Picung-Munjul Amblas

Culasatu.com- Akibat intensitas curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Pandeglang, membuat Jalan Raya Picung-Munjul amblas dan mengalami kerusakan yang parah didua lokasi. Hal tersebut membuat akses utama perekonomian masyarakat tidak bisa dilalui kendaraan.

Pantauan dilokasi, Jalan Raya Picung-Munjul yang amblas dengan kedalaman 1 hingga 2,5 meter dan panjang 50 meter tersebut berada di Kampung Angsana, Desa Ciodeng, Kecamatan Sindangresmi, dan Kampung Cibeureum, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, Selasa 03 Januari 2023.

Bacaan Lainnya

Jasudin, salah seorang warga Desa Ciodeng mengatakan, Jalan Raya Picung-Munjul amblas setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama satu pekan.

“Kejadiannya pagi sekitar jam 06.00 WIB, setelah beberapa jam jalan amblas ini semakin parah. Akibatnya sih karena hujan selama satu pekan,” kata Jasudin.

Akibatnya, Jalan Raya yang menghubungkan antar kecamatan dan kabupaten Pandeglang-Lebak pun terputus, dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

“Jalan provinsi ini menghubungkan antar kecamatan dan kabupaten juga, dan sekarang sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, kalau untuk roda dua masih bisa lewat pinggir,” terangnya.

Ia menyebutkan, Jalan Raya Picung-Munjul yang berada di Kampung Angsana, Desa Ciodeng, Kecamatan Sindangresmi, sudah 3 kali mengalami amblas.

“Ini yang ketiga dan yang terparah amblasnya, padahal jalan ini baru diperbaiki beberapa bulan yang lalu,” tuturnya.

Hal serupa juga dikatakan Agus, salah seorang warga Desa Cibeureum. Menurutnya, Jalan Raya yang sudah 3 kali diperbaiki tersebut selalu amblas ketika intensitas curah hujan yang tinggi melanda wilayah tersebut. Padahal kata Agus pihak Pemerintah Provinsi Banten sudah membantu tembok penahan tanah.

“Setiap hujan terus menerus ini jalan amblas, ini yang ketiga kalinya jalan amblas. Padahal dibawah sana sudah ada tembok penahan,” katanya.

Agus berharap akses jalan tersebut segera dilakukan perbaikan, agar perekonomian masyarakat tetap berjalan.

“Jalan ini aduh tidak dapat dilalui kendaraan dengan beban berat, ya kami berharap agar segera diperbaiki karena jalan ini akses utama perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Andre)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *