Sepasang Sepatu Dari Relawan Laznas Rumah Yatim Untuk Giwan Siswa SMK Negri 5 Pandeglang

Culasatu.com- Relawan Laznas Rumah Yatim berikan sepasang sepatu untuk Giwan (16) warga Desa Leuwibalang , Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang masih duduk dibangku sekolah SMK Negri 5 Pandeglang. Sepasang sepatu tersebut langsung diserahkan saat Giwan mengikuti pelatihan Paskibra 2022 di Lapangan Kecamatan Cikeusik, Minggu 17 Juli 2022.

Menurut Relawan Laznas Rumah Yatim, Eri Piatna mengatakan, pemberian sepasang sepatu kepada Giwan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap Giwan yang sudah 3 tahun tidak mengganti sepatunya lantaran keterbatasan ekonomi keluarga.

Bacaan Lainnya

“Pemberian sepasang sepatu ini merupakan laporan dari Pengurus Paskibra Kecamatan Cikeusik kepada Relawa Laznas Rumah Yatim, alhamdulilah langsung direspon dan saya sebagai relawannya langsung menyampaikan amanah ini kepada Giwan. Ini merupakan bentuk kepedulian kita sebagai relawan untuk Giwan,” kata Eri Piatna, yang merupakan anggota TNI AD dari satuan Korem 064/MY.

Selain sepasang sepatu, Relawan Laznas Rumah Yatim juga memberikan sejumlang uang kepada Giwan. Eri Piatna mengatakan, siswa seperti Giwan yang masih semangat berlatih menjadi pengibar bendera merah putih pada HUT Republik Indonesia 17 Agustus 2022 mendatang, dan semangat dalam mencari ilmu meskipun jarak dari rumah ke sekolahnya cukup memakan waktu, harus tetap diberikan semangat untuk terus melanjutkan pendidikannya.

“Alhamdulilah selain sepatu ada sejumlah uang juga untuk Giwan. Siswa seperti Giwan ini harus tetap diberikan semangat agar tetap melanjutkan pendidikannya, hal sekecil apapun besar bagi Giwan. Semoga bantuan dari Relawan Laznas Rumah Yatim ini bisa membantu giwan untuk terus semangat dalam mengejar cita-citanya,” terangnya.

Sementara itu, Giwan mengatakan, keterbatasan ekonomi keluarganya membuat Ia harus tetap menggunakan sepasang sepatu yang sudah 3 tahun menemaninya untuk menempuh ilmu. Orang tua yang bekerja sebagai ojeg kelapa sawit pun hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Sepasang sepatu ini sudah 3 tahun menemani saya dari Tsanawiah sampai SMK kelas 2, ya mau bagaimana lagi karena orang tua yang bekerja jadi ojeg kelapa sawit hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga saja,” kata Giwan.

Ia menuturkan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya agar tetap melanjutkan pendidikan, Giwan pun rela menjadi kurir JNE yang hanya diberi upah Rp.1500 untuk satu barang, dan Ia kirim setelah pulang sekolah.

“Kalau pulang sekolah atau malamnya saya kirim barang yang dititipkan kurir JNE ke rumah warga dengan upah Rp.1500 per barang, karena disana susah jalannya, jadi kurir JNE sewa jasa saya,” terangnya.

Giwan mengucapkan terimakasihnya kepada Donatur dan Laznas Rumah Yatim yang sudah memberikannya sepasang sepatu untuk Ia bersekolah dan berlatih Paskibra 2022. Ia berharap sepasang sepatu tersebut dapat menjadi motivasinya agar tetap bersemangat menuntut ilmu.

“Alhamduliah dan saya ucapkan terimakasih kepada Relawan Laznas Rumash Yatim, semoga sepatu ini terus memberikan saya semangat untuk bersekolah dan latihan paskibra ,” pungkasnya. (Pian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *