Sebanyak 14 Orang Korban Gempa Cianjur Mengungsi ke Pandeglang, Polsek Picung Salurkan Bantuan

Culasatu.com- Sebanyak 14 orang warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang terdampak gempa bumi magnitudo 5,6 pada Senin 21 November 2022 mengungsi ke rumah kerabatnya yang berada di Kampung Kadu Kalahang, Desa Cililitan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang.

Belasan orang yang masih satu keluarga itu sengaja datang ke wilayah Kabupaten Pandeglang karena rumah yang ditempatinya rusak saat gempa melanda.

Bacaan Lainnya

Untuk memastikan hal tersebut, Polsek Picung langsung mendatangi rumah Jakari yang merupakan kerabat satu kelurga korban gempa bumi tersebut.

Baca juga:

Ketua RPA Angkat Bicara Soal Dugaan Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Anggota DPRD

“Kita tahu info ini dari Kepala Desa Cililitan bahwa ada belasan orang yang merupakan korban gempa, setelah memastikan kita langsung mendatangi rumah bapak Jakari,” kata Kapolsek Picung IPTU Aris Munandar, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu 23 November 2022.

Dari informasi yang ia dapatkan, belasan orang tersebut sengaja datang ke Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang untuk mengungsi karena tempat tinggalnya rusak akibat gempa bumi.

“Tadi informasi dari bapak Jakari yang merupakan kerabat korban gempa, setelah gempa mereka ngontek dulu dan alasan mereka ke Picung karena rumahnya rusak dan takut ada gempa susulan,” terangnya.

Baca juga:

Polres Pandeglang Ungkap Oknum Anggota DPRD Yang Lakukan Pelecehan, Ini Inisialnya!!

Tidak hanya sekedar memastikan, Muspika Kecamatan Picung juga memberikan bantuan kepada para korban gempa bumi Cianjur.

“Kita juga tadi memberikan bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, pakaian, perlengkapan bayi, hingga karpet untuk beristirahat,” pungkasnya.

Sementara itu, Jakari mengatakan, bahwa kerabatnya yang berada di Cianjur menghubunginya setelah gempa magnitudo 5,6 mengguncang dan merusak rumah kerabatnya. Selain rumahnya yang rusak, alasan belasan kerabatnya sengaja datang ke Picung karena takut gempa susulan.

“Setelah gempa kerabat saya nelpon, dan mereka sengaja datang kesini karena rumahnya rusak diterjang gempa, dan takut gempa susulan lagi,” kata Jakari.

Baca juga:

Momen Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-77 Jadi Perekat Solidaritas

Ia juga berterima kasih kepada Polsek Picung karena sudah peduli kepada kerabatnya yang terkena musibah gempa bumi.

“Alhamdulillah, Polsek Picung peduli kepada kerabat saya meskipun bukan warga sini. Saya ucapkan terima kasih, semoga berkah,” pungkasnya. (Andre)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *