Dampak Online Shop, Pasar Badak Pandeglang Sepi Pengunjung Hingga Banyak Toko Tutup

Culasatu.com- Kehadiran online shop sangat berdampak pada sektor perdagangan di sejumlah pasar di Indonesia, termasuk di Pasar Tradisional Badak Pandeglang yang terlihat sepi pengunjung dan bahkan tidak sedikit toko yang memilih tutup karena sepinya pembeli.

Menurut para pedagang, hal tersebut sudah terjadi selam 3 tahun terkahir, hal tersebut diakibatkan adanya online shop yang mempermudah masyarakat berbelanja tanpa harus datang langsung ke pasar.

Bacaan Lainnya

“Pasar sepi ini semenjak ada online shop, masyarakat sudah malas datang ke pasar,” kata salah seorang pedagang Nely, Jumat 15 September 2023.

Hal itupun sangat dikeluhkan oleh pedagang karena pasar menjadi sepi, omset menurun bahkan tidak sedikit toko yang harus tutup.

“Sangat mengeluh, pakaian mau terjual 1 hingga 2 saja susah banget, karena tidak pembeli lihat saja toko banyak yang tutup,” terangnya.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya, Opi Arman mengatakan bahwa sebelum adanya online shop ia mampu maraup omset Rp. 1,5 juta dalam sehari, namun saat ini untuk mendapatkan Rp. 200 ribu saja ia mengaku kesulitan karena tidak ada masyarakat yang datang ke pasar.

“Sebelum adanya online shop saya bisa seminggu sekali berbelanja ke Tanah Abang Jakarta, kalau sekarang sudah berbulan-bulan tidak berbelanja, mau dapat Rp. 200 ribu saja sangat seulit,” terangnya.

“Sekarang saja toko-toko di Pasar Badak Pandeglang ini hampir 40 persen tutup, kalau kondisinya terus seperti ini semua toko bisa tutup,” jelasnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi hal tersebut, agar pasar kembali ramai, hingga berdampak pada omset pedagang meningkat.

“Kita minta kepada pemerintah agar bisa mengatasi hal ini, karena kalau pasar sepi, toko-toko tutup, berdampak juga terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya. (Ndre)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *