Culasatu.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang turut serta dalam peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat nasional yang digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Banten bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan bahwa peringatan PRB merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“PRB merupakan salah satu agenda tahunan. Pada 2026 ini, kegiatan PRB dilaksanakan di Provinsi Banten. Kami turut berpartisipasi, termasuk mengikuti lomba Desa Tangguh Bencana (Destana), yang menguji sejauh mana kesiapan dan pemahaman desa dalam menghadapi bencana,” kata Nana Mulyana.
Ia menjelaskan, dari enam desa yang mewakili Kabupaten Pandeglang dalam kegiatan tersebut, Desa Caringin berhasil meraih juara pertama dalam lomba Destana.
Menurut Nana, peringatan PRB bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan relawan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana.
Ia menambahkan, program pengurangan risiko bencana sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, wilayah tersebut memiliki beragam potensi bencana yang perlu diwaspadai.
“Masyarakat perlu mengetahui bahwa Pandeglang merupakan daerah rawan bencana. Berbagai potensi bencana ada di Pandeglang. Masyarakat harus bisa bersahabat dengan alam sekitar. Melalui PRB ini, masyarakat diharapkan dapat mengenali potensi bencana di wilayahnya masing-masing,” tuturnya.
Nana juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatan BPBDPK, sejumlah bencana alam terjadi di Kabupaten Pandeglang sepanjang 2026. Di antaranya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang abu vulkaniknya mencapai sejumlah wilayah, kebakaran lahan, serta kekeringan yang hingga kini masih berlangsung.
“Kesimpulannya, pada 2026 ini bencana alam yang terjadi cukup luar biasa, terutama kekeringan. Bahkan, hingga sekarang masih banyak warga yang membutuhkan air bersih,” ungkapnya.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Nana mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada ketika menghadapi bencana. Ia juga meminta warga segera menyampaikan informasi kepada petugas BPBDPK Kabupaten Pandeglang apabila terjadi bencana di lingkungan masing-masing.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada jika menghadapi bencana. Segera hubungi petugas BPBDPK Kabupaten Pandeglang agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (ADV)







