Culasatu.com_ Dampak musim kemarau yang semakin meluas mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) untuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.
Hingga awal Agustus 2026, tercatat sebanyak 278.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada 22.337 jiwa atau 6.041 kepala keluarga yang tersebar di 43 desa di 15 kecamatan.
Sekertaris BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana menjelaskan bahwa distribusi bantuan tersebut dilakukan melalui 2 kali pengiriman (rit) per harinya sebagai langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Wilayah Pandeglang selatan disebut menjadi yang paling dominan mengalami kesulitan karena sumur-sumur warga mulai mengering.
”Distribusi air bersih masih terus berlangsung. Kami memprioritaskan wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau,” ujar Nana, Selasa 11 Agustus 2026.
”Dalam sehari kita ada 2 kali pengiriman, hal ini tidak menutup kemungkinan lantaran banyaknya kendala, seperti unit kendaraan hingga depo pengisian air bersih yang terbatas,” lanjut Nana.

Berdasarkan data penanganan, sebaran wilayah terdampak kekeringan tahun ini telah mencakup 15 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Sejumlah kecamatan tersebut meliputi Cadasari, Karangtanjung, Angsana, Sindangresmi, Patia, Munjul, Cikeusik, Picung, Sukaresmi, Sobang, Panimbang, Cigeulis, Koroncong, Sobang, hingga Majasari.
Adapun wilayah seperti Kecamatan Patia dan Sukaresmi disebut Lilis menjadi wilayah dengan cakupan penerima yang cukup besar karena melibatkan beberapa desa dengan penurunan debit air yang signifikan. Sementara itu, di wilayah Angsana, Sindangresmi, dan Koroncong, pengiriman air bersih difokuskan untuk meringankan beban ribuan warga.
”Saat ini masih didominasi wilayah selatan Pandeglang Pak. Sumur-sumur warga di sana sudah pada mengering,” katanya.

Ia menuturkan bahwa kemarau saat ini termasuk salah satu kemarau terparah melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, terhitung sejak terakhir kali pada tahun 2024.
”Sejak berlangsungnya musim kemarau ini, kami telah menaikan level siaga dari tanggal 02 juni sampai 31 desember 2026, tidak menutup kemungkinan status akan dianikan ke tanggap darurat jika kondisi kemarau ini terus berlangsung,” tuturnya.
BPBD-PK terus memantau perkembangan di lapangan serta membuka layanan pelaporan bagi pemerintah desa yang wilayahnya mulai mengalami kekurangan air bersih agar penanganan dapat segera dilakukan.
”Dari BMKG musim kemarau diprediksi hingg Bulan September 2026, Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau masih berlangsung,” pungkasnya. (adv)







