Culasatu.com_Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di provinsi Banten berdampak positif bagi serapan tenaga kerja lokal. Humas PT HK- Etona KSO Febriansyah Pratama mengaku, pembangunan Sekolah Rakyat di Banten menyerap sekitar 4.848 pekerja dengan menyerap tenaga kerja lokal sekitar 43,68 persen.
“Ada dua sekolah rakyat yang ada di Banten rampung, yakni di Pandeglang dan Lebak,” kata Feby Senin (26/2026).
Febriansyah mengatakan, pembangunan sekolah rakyat yang di mulai dari 15 Desember 2025 sampai dengan 20 September 2026 di bangun di dua wilayah yakni Pandeglang dan Lebak.
Febriansyah mengaku, untuk menyelesaikan dua sekolah rakyat ini, pihak PT HK- Etona KSO menyerap tenaga kerja untuk pembangunan sekolah rakyat sekitar 4.848 tenaga, dengan menyerap tenaga kerja lokal sekitar 1.699 dengan persentase sekitar 43,48 persen.
Untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Kampung Mandeg, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang. Sedangkan, pekerja lokal yang terlibat untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak,
“Ini ada di dua sekolah rakyat, kabupaten Pandeglang 1.625 tenaga kerja, dengan tenaga kerja lokal 680 dengan persentase sekitar 41,85 persen. Sedangkan untuk kabupaten Lebak dengan menyerap sekitar 2.332 tenaga kerja, dengan menggunakan tenaga kerja lokal sebanyak 1.019 tenaga kerja dengan persentase serapan 43,68 persen,” kata Febriansyah.
Febriansyah menegaskan, sekolah rakyat merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) hingga saat ini sudah rampung dan proses belajar mengajar sudah berjalan.
“Pembangunan kedua fasilitas pendidikan dimulai pada Desember 2025 Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak telah memasuki tahap serah terima melalui Berita Acara Serah Terima (BAST) melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Banten pada Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementrian PU,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengapresiasi program Sekolah Rakyat, Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut turut membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Kami sangat mendukung Sekolah Rakyat ini. Program ini tidak hanya memajukan dunia pendidikan, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian warga melalui penyerapan tenaga kerja,” singkatnya.(ndre)







