Kesiapan Bawaslu RI Dalam Menyiapkan Pengawas Pemilu 2024

Culasatu.com- Pembinaan, pelatihan, dan penguatan ompetensi anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) se-Indonesia di sela-sela kesibukan dalam melaksanakan tahapan Pemilu.

Kami Bawaslu kabupaten /kota mengikuti pelatihan/bimtek dalam rangka pembekalan menjalani tugas pokok, fungsi, wewenang dan kewajiban sebagai bawaslu yang selaras dan terarah.

Bacaan Lainnya

Pelatihan dan pembinaan guna penguatan kompetensi, yang belum pernah di alami di kepengurusan Bawaslu Kabupaten/Kota sebelumnya.

Hal ini di lakukan guna menselaraskan satu pemahaman yang sama, sehingga para komisioner Bawaslu tidak sporadis dalam melangkah dan melakukan kebijakan sesuai role, terukur dan terarah, dalam upaya mencegah, menindak dan mengambil keputusan.

Pelatihan dapat diartikan sebagai proses terencana untuk memodifikasi sikap atau perilaku pengetahuan, keterampilan melalui pengalaman belajar. Tujuannya adalah untuk mencapai kinerja yang efektif dalam setiap kegiatan atau berbagai kegiatan.

Pada dasarnya, tujuan pelatihan kerja adalah untuk mendukung kelancaran operasional dan produktivitas. Namun, secara umum, pelatihan kerja memiliki tiga tujuan atau objektivitas yang dicapai dari kegiatan tersebut, yakni ilmu pengetahuan, kemampuan, dan penentuan sikap.

Setelah mengikuti pelatihan, manfaat pelatihan adalah sebagai peningkatan pada kemampuan yang kami miliki, juga bisa menambah kepercayaan diri dalam bekerja.

Hal ini kemudian dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja kami di tempat kerja untuk bekerja secara lebih efisien dan efektif. Selain itu, juga dapat meningkatkan mutu hasil kerja.

Indikator program pelatihan yang digunakan adalah materi dan metode pelatihan, kriteria peserta pelatihan, efektifitas program pelatihan, dan umpan balik pelatihan. Sedangkan indikator pengembangan proses pembelajaran, strategi pengembangan, efektifitas program, dan keberlangsungan serta kesinambungan program.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelatihan sumber daya manusia:
1. Dukungan dari manajemen puncak.
2. Komitmen para spesialis dan generalis dalam pengelolaan sumber daya manusia.
3. Perkembangan teknologi.
4. Kompleksitas organisasi.
5. Gaya belajar.

Dalam kegiatan ini, skill dan kualitas Bawaslu Kabupaten/Kota diperkuat, sehingga benar-benar siap dalam menjalankan tugasnya dengan maksimal dan lebih baik lagi dalam kerja-kerja pengawasan, wewenang, fungsi, dan kewajiban sebagai pengawas pemilu, yang memiliki kompetensi, manajemen leadership, networking, yang mampu menyajikan pemilu yang berintegritas.

Kami mengapresiasi atas terobosan baru, dan langkah-langkah strategis Bawalsu RI yang cukup luar biasa, dalam memberikan pembekalan melalui bimtek dan oelatihan ini,
sehingga komisioner bawaslu Kab/Kota yang bekerjanya dengan cara kolektif kolegial, berjalan satu frekuensi dan selaras dalam menjalankan tugas.

Firman Kiki, S.Sos.,M.Pd.
KOMISIONER BAWASLU LEBAK-BANTEN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *